Selasa, 22 Juni 2010

Remaja Dunia Akses Situs Porno

Industri pornografi melaporkan 20-30 persen remaja di dunia yang berusia 8-17 tahun mengakses situs porno. "Itu laporan NRC Report yang dirilis pada 2002, tentu sekarang lebih banyak lagi," kata Staf Khusus Menkominfo, Son Kuswadi, di Surabaya, Minggu. Ketika berbicara dalam talk show "Internet Sehat" di Universitas Surabaya (Ubaya), ia mengatakan 90 persen remaja semula mengklik situs porno secara tidak sengaja. "Itu berarti industri pornografi cukup canggih dalam menjebak remaja, karena itu kita perlu mewaspadainya dengan melakukan filter," katanya.

Menurut ahli informatika dari ITS Surabaya itu, internet tidak perlu dihindari, karena masih banyak manfaat dari internet, terutama bagi pengembangan iptek dan pendidikan. "Yang penting adalah bagaimana menciptakan filter untuk dampak negatif dari internet itu, seperti yang dilakukan China, Iran, Arab Saudi, Eropa, dan Amerika sendiri," katanya. Berbagai penangkalan dampak negatif internet antara lain blok situs porno melalui cara berlangganan provider (ISP) yang memiliki filter, teladan orangtua, letak layar komputer yang mudah diawasi, dan ajak anak mencari informasi yang bagus.

"Semuanya perlu dilakukan di tingkat pribadi, keluarga, kantor, sekolah, warnet, dan provider (ISP)," katanya. Ia menambahkan pemerintah sendiri mengupayakan melalui "payung hukum" seperti UU Telekomunikasi, UU ITE, UU Pronografi, dan Peraturan Menteri Konten Multimedia. "Pemerintah juga segera membentuk Tim Internet Sehat Nasional yang dapat menerima laporan masyarakat untuk melakukan tindakan secara teknologi, hukum, dan evaluasi provider," katanya.
Sumber : http://seruu.com/psikologi/remaja-dunia-akses-situs-porno/itemid-486
Stres dan Penanggulangannya

Hidup manusia ditandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Tetapi pada kenyataannya seringkali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak rintangan dan hambatan.

Tekanan-tekanan dan kesulitan-kesulitan hidup ini sering membawa manusia berada dalam keadaan stress. Stress dapat dialami oleh segala lapisan umur.

Stress dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis. Kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia menimbulkan stress biologis yang menimbulkan berbagai reaksi pertahanan tubuh. Sedangkan stress psikologis dapat bersumber dari beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan rasa sejahtera dan keseimbangan hidup.

SUMBER STRESS

Sumber stress dapat digolongkan dalam bentuk-bentuk:

1. Krisis

Krisis adalah perubahan/peristiwa yang timbul mendadak dan menggoncangkan keseimbangan seseorang diluar jangkauan daya penyesuaian sehari-hari. Misalnya: krisis di bidang usaha, hubungan keluarga dan sebagainya.

2. Frutrasi

Frustrasi adaah kegagalan dalam usaha pemuasan kebutuhan-kebutuhan/dorongan naluri, sehingga timbul kekecewaan. Frutrasi timbul bila niat atau usaha seseorang terhalang oleh rintangan-rintangan (dari luar: kelaparan, kemarau, kematian, dan sebagainya dan dari dalam: lelah, cacat mental, rasa rendah diri dan sebagainya) yang menghambat kemajuan suatu cita-cita yang hendak dicapainya.

3. Konflik

Konflik adalah pertentangan antara 2 keinginan/dorongan yaitu antara kekuatan dorongan naluri dan kekuatan yang mengenalikan dorongan-dorongan naluri tersebut.

4. Tekanan

Stress dapat ditimbulkan tekanan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang besar yang harus ditanggungnya. (Dari dalam diri sendiri: cita-cita, kepala keluarga, dan sebagainya dan dari luar: istri yang terlalu menuntut, orangtua yang menginginkan anaknya berprestasi).

AKIBAT STRESS

Akibat stress tergantung dari reaksi seseorang terhadap stress. Umumnya stress yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung sering berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur). Kecemasan yang berat dan berlangsung lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam menjalankan fungsi-fungsi hidupnya dan pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa.

REAKSI TERHADAP STRESS

Reaksi seseorang terhadap stress berbeda-beda tergantung dari:
1. Tingkat kedewasaan kepribadian
2. Pendidikan dan pengalaman hidup seseorang

Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stress:
1. menghadapi langsung dengan segala resikonya.
2. menarik diri dan tak tahu menahu tentang persoalan yang dihadapinya/lari dari kenyataan.
3. menggunakan mekanisme pertahanan diri.

PENANGGULANGAN STRESS

*

Mengenal dan menyadari sumber-sumber stress.
*

Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup.
*

Mengembangan hidup sehat. Antara lain dengan cara: merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dan sebagain
*

ya.
*

Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadaNYa.
*

Minta bimbingan kepada sahabat dekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa rohaninya, dan sebagainya).
*

Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah baru.
Sumber : http://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Anak%20Hiperaktif
Mengenal & Membimbing
Anak Hiperaktif

Apa sebenarnya yang disebut hiperaktif itu ? Gangguan hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity disorder). Untuk dapat disebut memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.

Inatensi

Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain.

Hiperaktif

Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik.

Impulsif

Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran, seperti antri misalnya. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Selain ketiga gejala di atas, untuk dapat diberikan diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain. Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan, dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah dan di sekolah.

Problem-problem yang biasa dialami oleh anak hiperaktif

*

Problem di sekolah
Anak tidak mampu mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan baik. Konsentrasi yang mudah terganggu membuat anak tidak dapat menyerap materi pelajaran secara keseluruhan. Rentang perhatian yang pendek membuat anak ingin cepat selesai bila mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kecenderungan berbicara yang tinggi akan mengganggu anak dan teman yang diajak berbicara sehingga guru akan menyangka bahwa anak tidak memperhatikan pelajaran. Banyak dijumpai bahwa anak hiperaktif banyak mengalami kesulitan membaca, menulis, bahasa, dan matematika. Khusus untuk menulis, anak hiperaktif memiliki ketrampilan motorik halus yang secara umum tidak sebaik anak biasa
*

Problem di rumah
Dibandingkan dengan anak yang lain, anak hiperaktif biasanya lebih mudah cemas dan kecil hati. Selain itu, ia mudah mengalami gangguan psikosomatik (gangguan kesehatan yang disebabkan faktor psikologis) seperti sakit kepala dan sakit perut. Hal ini berkaitan dengan rendahnya toleransi terhadap frustasi, sehingga bila mengalami kekecewaan, ia gampang emosional. Selain itu anak hiperaktif cenderung keras kepala dan mudah marah bila keinginannya tidak segera dipenuhi. Hambatan-hambatan tersbut membuat anak menjadi kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman-temannya. Karena sering dibuat jengkel, orang tua sering memperlakukan anak secara kurang hangat. Orang tua kemudian banyak mengontrol anak, penuh pengawasan, banyak mengkritik, bahkan memberi hukuman. Reaksi anakpun menolak dan berontak. Akibatnya terjadi ketegangan antara orang tua dengan anak. Baik anak maupun orang tua menjadi stress, dan situasi rumahpun menjadi kurang nyaman. Akibatnya anak menjadi lebih mudah frustrasi. Kegagalan bersosialisasi di mana-mana menumbuhkan konsep diri yang negatif. Anak akan merasa bahwa dirinya buruk, selalu gagal, tidak mampu, dan ditolak.
*

Problem berbicara
Anak hiperaktif biasanya suka berbicara. Dia banyak berbicara, namun sesungguhnya kurang efisien dalam berkomunikasi. Gangguan pemusatan perhatian membuat dia sulit melakukan komunikasi yang timbal balik. Anak hiperaktif cenderung sibuk dengan diri sendiri dan kurang mampu merespon lawan bicara secara tepat.
*

Problem fisik
Secara umum anak hiperaktif memiliki tingkat kesehatan fisik yang tidak sebaik anak lain. Beberapa gangguan seperti asma, alergi, dan infeksi tenggorokan sering dijumpai. Pada saat tidur biasanya juga tidak setenang anak-anak lain. Banyak anak hiperaktif yang sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari. Selain itu, tingginya tingkat aktivitas fisik anak juga beresiko tinggi untuk mengalami kecelakaan seperti terjatuh, terkilir, dan sebagainya.

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab hiperaktif pada anak :

Faktor neurologik

*

Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal seperti lamanya proses persalinan, distres fetal, persalinan dengan cara ekstraksi forcep, toksimia gravidarum atau eklamsia dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan normal. Di samping itu faktor-faktor seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok dan minum alkohol juga meninggikan insiden hiperaktif
*

Terjadinya perkembangan otak yang lambat. Faktor etiologi dalam bidang neuoralogi yang sampai kini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi pada salah satu neurotransmiter di otak yang bernama dopamin. Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk memelihara proses konsentrasi
*

Beberapa studi menunjukkan terjadinya gangguan perfusi darah di daerah tertentu pada anak hiperaktif, yaitu di daerah striatum, daerah orbital-prefrontal, daerah orbital-limbik otak, khususnya sisi sebelah kanan

Faktor toksik

Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan pengawet memilikipotensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah (lead) dalam serum darah anak yang meningkat, ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar X pada saat hamil juga dapat melahirkan calon anak hiperaktif.

Faktor genetik

Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. Kurang lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. Hal ini juga terlihat pada anak kembar.

Faktor psikososial dan lingkungan

Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang dianggap keliru antara orang tua dengan anaknya.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang tergolong hiperaktif :

*

Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktifitas
*

Kenali kelebihan dan bakat anak
*

Membantu anak dalam bersosialisasi
*

Menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif (misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib), memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak
*

Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya
*

Menerima keterbatasan anak
*

Membangkitkan rasa percaya diri anak
*

Dan bekerja sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnya

Disamping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua. Contohnya dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orang tua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya.
Sumber : http://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Anak%20Hiperaktif

Minggu, 20 Juni 2010

KePrIBadiAN aNda MenuRuT wAkTU pRimA aNdA

Riset menunjukan waktu terbaik dimana ANnda merasa paling bahagia, paling bersemangat dan kemampuan paling tinggi pada satu hari bukan hanya mencerminkan kepribadian Anda, tapi juga sudah tebentuk didalam gen Anda. Menurut Lynne Lamberg dalam buku The Body Clock Guide to Better Health, bioritme kita sudah di tentukan, merupakan turunan dan sebenarnya tak bisa di ubah. Cermati waktu prima Anda dan temukan apa yang menentukan perilaku dan watak Anda.

PAGI HARI : Anda fleksibel dan optimistis
Hanya 10% dari kita yang terlahir dengan gen yang di sebut cytosine, yang membuat kita paling bahagia sebelum pukul 11.00. Menurut Lamberg, orang-orang dengan gen ini pandai menyesuaikan diri dengan situasi atau sangat fleksibel dan optimistis. Anda giat dan penuh semangat di sepanjang hari, Tapi waktu terbaik anda untuk menyelesaikan tugas-tugas tetap di pagi hari karena adrenalin anda paling tinggi di pagi hari.

TENGAH HARI : Anda ahli dalam mengerjakan beberapa tugas secara sekaligus (multitasking)
Para ahli menjuluki orang tengah hari sebagai burung colibri karena meluncur dari satu tugas ke tugas lain yang harus di selesaikan tanpa merasa bingung. Anda merasa paling lemah di penghujung sore, saat burung colibri istirahat untuk memulihkan energy.

SORE HARI : Anda gigih mencapai prestasi
Studi-studi menunjukan, energy kita turun sampai lebih dari 90% sesudah makan. Jika energy dan kebahagiaan Anda justru memuncak ketimbang turun sesudah makan siang, Anda adalah pekerja keras, aktif dan ambisius untuk sukses. KEmauan Anda yang tinggi untuk meraih prestasi bahkan dapat mengalahkan biokimia dalam tubuh Anda. Semanagt Anda yang mengebu-gebu untuk mencapai tujuan harian Anda menciptakan lonjakan energy di saat sebagian besar orang mengalami penurunan energi.

MALAM HARI : Anda intuitif secara instingtif
Menurut Lemberg, orang-orang yang paling produktif dimalam hari lebih banyak menggunakan intuisi di banding orang lainnya. Anda mempunyi bakat bawaan lahir yang mampu menangkap sinyal-sinyal yang tidak di ucapkan. Anda hamper selalu bisa merasakan apa yang akan terjadi. Anda juga lebih bahagia di banding kebanyakan orang karena Anda mempunyai kepuasan hidup yang lebih tinggi.

LARUT MALAM : Anda pemikir kreatif
Jika Anda termasuk tipe yang tidur lambat dan bangun lambat, Anda mempunyai gen yang membuat otak mengeluarkan hormone rasa senang di malam hari. Tipe seperti Anda di juluki ‘si burung hantu’. Banyak burung hantu yang mengerjakan hal-hal kreatif seperti menulis atau melukis di larut malam karena kreatifitasnya meningkat sesudah pukul 22.00. Anda memerlukan waktu istirahat yang lebih sedikit di banding kebanyakan orang. Otak Anda membuat koneksi yang lebih baik di penghujung hari sehingga Anda bisa unggul karena di sat ini orang-orang justru mengantuk.



Sumber : Aura Edisi 32/Th.X/Minggu ke-4/23-29 Agustus 2006

tEkNik MenGuaTkAN InGaTaN

Menurut para ahli, otak bisa dilatih untuk mengingat secara lebih mudah dan lebih banyak detail. Ltihan berikut bisa membantu Anda sambil mencegah dan bahkan membalikan penurunan kemampuan otak berkaitan dengan pertambahan umur.

ISI TEKA TEKI SILANG ATAU SUDOKU
Menurut Gary Small, M.D..dalam The memory Prescription, melakukan aktifitas yang menstimulir mental dapat menguatkan sel-sel tua otak dan menciptakan sel-sel otak baru.

OLAHRAGA
Tak perlu dengan ke gym. Lompatan tali[pu jadi karena meningkatkan denyut jantung sehuingga lebih banyak darah yang mengalir ke otak, mengantar nutrient-nutrien dan oksigen yang di perlukannya untuk meningkatkan kejernihan berfikir dan focus. Teknologi baru menunjukan, olahraga dapat membuat otak meregenerasi diri sendiri dan membalikan efek penuaan.

TIDUR SIANG
Tidur siang dapat membuat lebih cerdas. Menurut Barbara L. Heller, M.S.W.,dalam How to sleep soundly Tonight, tidur membantu otak menata informasi yang kita dapatkan disaat jaga.

UBAH KEGIATAN
Coba gosok gigi dengan tangan yang lain. Tempuh rute baru kekantor atau tempat kerja, Belanja di tiko lain. Mengerjakan tugas-tugas dengan cara yang tidak biasa, menciptakan jalan neural baru yang membuat Anda lebih cerdas.

MENARI
Setiap langkah dan putaran di lantai dansa memaksa otak membuat keputusan-keputusan cepat. Sebuah setudi terkini Albert Einstein Center di New York. Menemukan dansa hanya 3 sampai 4 kali seminggu menurunkan resiko dementia sampai 76%. Selai itu music juga menguatkan sirkuit memori otak. Khasiat ini bisa di dapatkan dengan mendengarkan lagu atau music selama 1menit



Sumber : Aura Edisi 32/Th.X/minggu ke-4/23-29 Agustus 2006.

ViRuS piLek DapAT meRuSaK IngATaN jAnGkA PaNjanG

Para periset Mayo Clinic melaporkan, infeksi sistem saraf pusat di sebabkan virus pilek dan virus-virus lainnya dapat menyebabkan kehilangan ingatan di kemudian hari. Virus yang dapat menyebabkan kehilangan ingatan dapat terakumulasi di sepanjang hidup seseorang dan akhirnya menyebabkan deficit ingatan kognitif klinik.
Dalam studi-studi yang dilakukan pada tikus, tim periset menemukan, infeksi sistem saraf yang dikaitkan dengan pathogen yang disebut picornavirus dapat menyebabkan efek permanen pada ingatan. HAsil temuan di terbitkan pada jurnal Neurobiology of Disease.

Picornavirises adalah keluarga virus yang terdiri dari rhinoviruses yang di kaitkan dengan pilek. Enteroviruses yang di kaitkan dengan penyakit saluran pernafasan dan penyakit saluran cerna, encephalitis inflamasi pada otak, myocarditis (inflamasi pada tot jantung), dan meningitis
Para ahli menduga, anggota keluarga picornavirus menyeberang ke dalam otak dan menyebabkan berbagai cedera otak. Belum di ketahui secara jelas berapa banyak kerusakan otak yang dapat di sebabkan picornavirus pada manusia. Temuan-temuan menunjukan, iinfeksi picornavirus di sepanjang hidup seseorang dapat merusak cadangan kognitif, meningkatkan kemungkinan kerusakan kognitif di saat usia bertambah tua.


Sumber : siaran pers Mayo Clinic, 23 oktober 2006.

MeNakLukAn rAsa TakUT

Takut terbang atau tankut berbicara di depan orang banyak? Coba Tip dari David Carboneil, Ph.D.,dari Anxiety Treatment Center, Chicago.

RILEKS
Salah satu cara terbaik untuk menengkan diri adalah rileks. Hirup nafas lewat hidung, kembangkan dada sampai 4 hitungan. Lalu perlahan hembuskan nafas lewat mulut sampai 7 hitungan. Ulangi beberapa kali dan Anda akan merasakan rileksasi.

OLAHRAGA
Jika anda takut bicara di depan umum, bayangkan diri anda berpidato di depan cermin. Lalu putar ulang di dalam pikiran anda beberapa kali. Menghadapi rasa takut membantu meredakan sensitivitas Anda dan secara bermakana mengurangi kecemasan.

NGOBROL
Memendam rasa takut bukan hanya membuat Anda cemas dengan rasa takut. Anda juga cemas orang lain akan mengetahuinya. Bercerita kepada teman dapat meredakan rasa cemas dan biasanya memunculkan beberapa saran yang lebih lanjut mengurangi rasa cemas.

HIDUP PADA SAAT INI
Kebanyakan rasa takut kita adalah tentang apa yang akan terjadi, bukan apa yang sedang terjadi saat ini. Daripada mencemaskan masa depan, lebih baik focus pada saat ini. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang dapat saya lakukan untuk mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian kedalam hidup saya.


Sumber : Aura Edisi 42/Th.X/ Minggu ke-2/8-14 November 2006